Monday, February 29, 2016

Edo, Episode Pertama

Di tengah keramaian kota yang disebut “Hanna”, dalam bahasa Jepang berarti Bunga. Terdapat sebuah gubuk kecil diantara celah pertokoan, hiduplah seorang wanita miskin yang hanya bekerja memungut sampah tapi disanalah ia hidup dengan perut membuncit. Pada suatu hari lahirlah seorang anak daripadanya yang kemudian diberi nama “Edo”. Akan tetapi ketika Edo dilahirkan, wanita miskin sebagai ibunya itu menghembuskan nafas terakhir di antara beberapa orang yang membantunya dan disertakan jerit tangis dari seorang Edo kecil.

Edo kemudian dibawa oleh orang yang mengasihinya ke sebuah perkebunan kecil yang letaknya tidak jauh dari kota, terpisah dengan sungai  dan Edo kecil memanggilnya Paman. Disana Edo hidup dengan sederhana, hanya berupa kebun sayur dan peternakan kecil yang diurus oleh Pamannya, Edo kecil sangat terbiasa dengan suasana itu. Karena dia bisa bermain dengan ternak pamannya dan bahkan membantu pamannya untuk menyiram sayuran dan membersihkan kuda di kebun.

Suatu hari Edo berjalan mengitari kebun dan kemudian dia melihat di ujung timur, terlihat gedung-gedung tinggi. Edo kecil berlari kerumah dan bertanya kepada paman, “Paman, apa yang ada disana ? aku melihatnya begitu tinggi dan besar”, jawab pamannya “itu adalah kota, kau tak pernah kesana, tapi paman akan mengajakmu kesana suatu hari nanti”. Edo kecil hanya membayangkan tentang kota dan ada orang-orang yang besar pula yang berdiri di dalam kota itu.

Bell berbunyi dan sekarang pukul 07:00, kemudian Edo bergegas mandi serta merapikan diri. Selepas itu dia pun pergi menemui dan meminta pamannya untuk mengajaknya pergi ke kota pada saat itu juga. Pamannya berkata “wah, kenapa tiba-tiba sekali, dan ini masih pagi, ada apa denganmu ?” Edo kecil menjawab dengan rasa ingin tahu, “Paman, semalam aku bermimpi di kota itu ada seorang wanita yang memanggilku untuk mengunjunginya, aku ingin kesana sekarang”. Pamannya merasa bingung dan memaklumi apa yang difikirkan oleh Edo kecil. Kemudian pamannya pun bergegas menyiapkan diri untuk membawa Edo kecil ke kota.  Bersambung.....

Dengan dua ekor kuda yang dimiliki paman menarik kereta sederhana mereka melewati padang ilalang dan perpohonan menuju kota yang ingin dilihat Edo pada hari minggu itu. Suara gemuruh daripada pabrik-pabrik yang berada dipinggir perkotaan menemani perjalanan mereka. Sesampai mereka disana, tampak riang si Edo kecil dengan bertanya kepada paman, “Akan kemana kita ini paman?”, paman menjawab, “Kita akan menuju alun-alun kota untuk melihat keramaian, tapi kita harus membawa kuda ini ke tempat teman paman dulu untuk dititipkan.” Pergilah mereka untuk menitipkan kuda-kuda beserta kereta sederhana itu ke sebuah toko tua yang dulunya pernah disinggahi oleh paman Edo.

Si paman tampak sedih karena mengenang hal yang pernah terjadi di sebelah toko tua itu dimana sebuah gubuk kecil berdiri dan terlahirnya seorang anak yang ditinggal mati oleh ibunya. Tanpa membuang waktu lama, paman menitipkan kereta kudanya kepada seorang teman yang memiliki toko tersebut, kepada seorang pria yang pernah menyaksikan kelahiran seorang anak dan berkatalah dia kepada pamannya Edo, “Akankah kau mengatakan sesuatu kepada anak itu tentang kisahnya disini?”, “tidak, aku hanya menitipkan keretaku disini dan membawanya bermain di alun-alun kota”, jawab paman.

Setelah itu Edo dan pamannya beranjak menuju alun-alun dan melihat keramaian yang tak pernah dilihat oleh Edo kecil di desa, dimana dia selalu melihat burung-burung dan hewan-hewan berkeliaran di sekitar perkebunan kecil milik pamannya.

Edo merasa bahagia, disana dia dapat bermain layaknya anak kota, melihat komedi putar dan permainan anak-anak yang dapat disewa orang tua anak-anak yang mengunjunginya. Edo kecil tak ingin pamannya menyewakan salah satu wahana permainan karena dia tahu bahwa pamannya tidak memiliki uang, maka Edo hanya berkililing sembari melihat keramaian yang ada itu sudah membuatnya bahagia.


4 Comments:

At February 29, 2016 at 9:39 PM , Blogger Unknown said...

Tidak tahan menunggu cerita selanjutnya.

 
At March 5, 2016 at 5:29 AM , Blogger Unknown said...

55555 khruu :D

 
At March 5, 2016 at 6:20 PM , Blogger Unknown said...

Mei mei suka, mei mei suka. 5555

 
At June 6, 2016 at 7:40 PM , Blogger Unknown said...

talook :P

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home