Monday, November 28, 2016

IBU PERTIWI (PUISI BY MVD)

Tersentak Ibu Pertiwi berdiri di antara senyap sunyi
Melihat anak-anaknya berlari mengejar mimpi yang tak pasti
Tak berdaya seolah tertelanjangi
Mimpi usang pejuang yang mati
Mempermainkan harga diri
Sungguh murka dendam mencaci

Apakah Ibu Pertiwi menangis atau perbuatan mafia-mafia yang dipuja
Lingkar besi bagaikan surga
Tak mengapa walau diludah
Oh, mother dear, lihatlah !
Tanpa alas kaki putra-putrimu melangkah
Mencari selembar kertas untuk tetap berdoa
Daripada tak dianggap bagai tikus di tong sampah

Miris hatimu kan ?
Mereka tanpa nama juga butuh makan
Tak terdata berarti mati kelaparan
Suara hati menjerit tak mungkin terelakan

Ibu Pertiwi tanpa baju
Menerka-nerka golongan apa yang berhantu
Peduli apa, hantu sudah punya jam saku
Tinggal yang melarat akhirnya makan batu.

7 Comments:

At November 29, 2016 at 1:58 AM , Blogger Unknown said...

Khoopkhun nakrian thii share. Keeng maak ca nakrian khoong khruu. Tae khruu khawcai nit noi. ^_^

 
At November 29, 2016 at 4:35 AM , Blogger Unknown said...

:P khruu juga bisa ambil untuk mengajar. Ini bahasa sastra 555

 
At November 29, 2016 at 5:13 AM , Blogger Unknown said...

Nanti khruu mau dalami dulu. Belum pintar mana bisa ngajar.
Nakrian, wan nii kebetulan khruu fang phleeng khoong nakrian.

 
At December 1, 2016 at 12:51 AM , Blogger Unknown said...

555 phleeng arai ?? khruu mai khui kap nakrian thii fb

 
At December 2, 2016 at 9:56 PM , Blogger Unknown said...

Thuk phleeng.Nakrian yung. Khruu mai yaak ganggu nakrian. :)

 
At December 2, 2016 at 9:57 PM , Blogger Unknown said...

This comment has been removed by the author.

 
At December 4, 2016 at 9:40 PM , Blogger Unknown said...

Ouh mai pen rain, nanti :P

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home