Friday, January 13, 2017

NEGERI YANG SAKIT (PERLU BPJS)

Negeri ini sedang sakit, sakit parah. 
Bagaimana tidak, negara yang seharusnya menjadi surga bagi rakyat kini menjadi neraka yang sangat pedih. Peran pengayoman dan pengembangan negara tentu tidak lepas dari campur tangan pemerintah. Tapi pertanyaannya adalah "Apakah pemerintah saat ini benar-benar menerapkan kebijakan yang menguntungkan rakyat atau malah sebaliknya negara berubah menjadi perusahaan swasta yang dikuasai oleh sang pemilik modal demi keuntungan pribadinya?". Kenyataannya adalah seolah negara tidak ingin merugi karena rakyat dan harus sebaliknya juga rakyat merugi mati-matian untuk sang penguasa. 

Pemerintah menggadang-gadangkan persoalan kemajuan ekonomi kreatif dan domestik bagi rakyat. Sembari kita melihat fakta realita di kehidupan kita jelas-jelas kebusukan itu tetap nampak. Bagaimana bisa rakyat bisa mengembangkan ekonomi kreatif dan domestik jika infrastruktur dan kebijakannya tidak mendukung. Ongkos yang dikeluarkan lebih banyak untuk menyalurkan distribusi usaha kecil yang dimiliki rakyat. Persoalan administratif yang dipersulit atau terlalu banyak syarat (Jangan sampai pemerintah merugi).

Sekarang jaman begitu terbuka, globalisasi mempengaruhi perdagangan dan ekonomi. Begitu banyak rakyat kecil kita yang memiliki usaha dalam bisnis kecil dengan ruang lingkup manca negara. Tapi sangat disayangkan, biaya pengiriman barang antar negara begitu mahal, bagaimana bisa tujuan mengembangkan ekonomi kreatif dan domestik menguntungkan bagi rakyat jika keadaan seperti ini. Bayangkan jika pengiriman barang ke Amerika hanya dipungut biaya lima ribu rupiah atau sepuluh ribu rupiah saja. Begitu banyak rakyat yang berusaha dalam bisnis ekonomi kreatif dan domestik untuk mencari keuntungan di seluruh dunia. Tapi, hal ini bisa merugikan negara dan pemerintah. Dalam kata lain, rakyat untung pemerintah buntung dan begitu pula sebaliknya. Lucu jika pemerintah mengatakan "Ayo bangun ekonomi kecil bersama", omong kosong.